Breaking News
Home » Main News » Peserta SBMPTN di Panlok Bengkulu Lebih 7.000

Peserta SBMPTN di Panlok Bengkulu Lebih 7.000

PROSES pendaftaran peserta Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) 2014 secara resmi telah ditutup pada tanggal 6 Juni 2014 pukul 22.00 WIB. Oleh karenanya proses pendaftaran dan pembayaran sudah tidak dapat dilakukan lagi di atas pukul 22.00 tanggal 6 Juni. Tetapi pendaftar yang telah melakukan pembayaran dan tinggal mencetak kartu tanda peserta SBMPTN masih diberi kesempatan untuk melakukan cetak kartu hingga tanggal 8 Juni 2014 pukul 18.00.

Berdasarkan data terakhir hari ini pukul 18.00, jumlah pendaftar atau peserta SBMPTN di Panitia Lokal (Panlok) Bengkulu tercatat sebanyak 7.137 peserta yang terdiri atas 1.450 peserta kelompok ujian Saintek, 2.921 kelompok Soshum, dan 2.766 kelompok Campuran. Jumlah pendaftar ini meningkat dibanding peserta SBMPTN tahun 2013 yang mencapai sekitar 5.600-an peserta.

Selanjutnya peserta SBMPTN akan mengikuti ujian tertulis pada tanggal 17 Juni 2014 yang semuanya bertempat di Universitas Bengkulu. Setiap peserta diwajibkan untuk mengetahui lokasi ujiannya. Oleh karenanya paling tidak sehari sebelum pelaksanaan ujian tertulis, peserta sudah melihat lokasi ujiannya. Peserta ujian juga diwajibkan membawa kelengkapan dan perlengkapan untuk ujian:

  • KARTU TANDA PESERTA SBMPTN 2014 yang diperoleh pada saat menuntaskan pendaftaran online di http://pendaftaran.sbmptn.or.id.
  • Fotokopi ijazah SMA/SMK/MA/MAK atau yang setara dan sudah dilegalisasi. Untuk lulusan tahun 2014 sekurang-kurangnya harus membawa Surat Keterangan Hasil Ujian Nasional (SKHUN) dari Kepala Sekolah yang dilengkapi dengan pasfoto berwarna terbaru peserta dan harus dibubuhi cap sekolah.
  • Pensil hitam 2B secukupnya.
  • Rautan pensil.
  • Karet penghapus yang bersih dan lunak.
  • Ballpoint hitam.

Untuk kelancaran pelaksanaan ujian, setiap peserta wajib memahami tata tertib seperta ujian SBMPTN dan mentaati peraturan SBMPTN. bagi peserta yang tidak mematuhi peraturan akan dikenakan sanksi, yaitu tidak diikutsertakan dalam proses seleksi penerimaan mahasiswa baru.[hms]

 

Check Also

UNIB and Universiti Sains Malaysia Increase Partnerships

Chief of Office of Research and Community Services (LPPM) of UNIB, Dr. rer. nat. Totok …